- Diposting oleh : SMK ISLAM MBAH BOLONG
- pada tanggal : Oktober 25, 2026
Suara ketukan keyboard terdengar berirama memenuhi ruang laboratorium komputer siang itu. Puluhan siswa yang tergabung dalam Ekstrakurikuler Jurnalistik tampak duduk rapi, pandangan mereka begitu fokus menatap layar monitor di hadapan masing-masing. Hari ini, ruang kelas telah berubah layaknya sebuah ruang redaksi yang sibuk.
Di depan kelas, sang pembina dengan penuh semangat memaparkan landasan utama dunia jurnalistik: tata cara penulisan artikel dan berita. Para siswa diperkenalkan pada ruh sebuah berita, yakni unsur 5W+1H (What, Who, Where, When, Why, How). Mereka diajarkan bagaimana menyusun struktur piramida terbalik, menempatkan informasi paling krusial di paragraf pembuka (lead), hingga merumuskan headline atau judul berita yang mampu memikat pembaca dalam sepersekian detik.
Bukan sekadar mendengarkan teori, para jurnalis muda ini langsung menerjemahkan ilmu tersebut ke dalam praktik. Beberapa dari mereka tampak serius mengerutkan dahi, menimbang dan merangkai kata demi kata agar kalimat yang dihasilkan tajam, lugas, namun tetap mematuhi kaidah jurnalistik dan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Layar monitor mereka perlahan dipenuhi draf tulisan—mulai dari liputan kegiatan sekolah, opini, hingga artikel ringan yang kelak akan menghiasi majalah dinding dan buletin sekolah.
Melalui pelatihan ekstra jurnalistik ini, para siswa tidak hanya sedang diajarkan cara mengetik sebuah laporan. Lebih dari itu, mereka sedang dilatih untuk menjadi pengamat yang peka, pemikir yang kritis, dan penyampai kebenaran yang objektif. Di ruangan inilah, lewat setiap huruf yang diketik dengan tekun, karakter dan suara jurnalis-jurnalis masa depan mulai dibentuk.
