Skip to Content
Admin SMK Islam Mbah Bolong
Admin SMK Islam Mbah Bolong
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Pelaksanaan Ujian Mubalig-Mubaligoh Kelas XII SMK Islam Mbah Bolong: Membentuk Karakter Da'i Muda di Lingkungan Sekolah Kejuruan

 


Dalam upaya mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademis dan teknis, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, SMK Islam Mbah Bolong kembali menyelenggarakan Ujian Mubalig-Mubaligoh bagi peserta didik kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi kompetensi keagamaan siswa, di mana mereka diuji kemampuannya dalam menyampaikan dakwah dan pesan-pesan moral Islam di hadapan dewan juri, yang pada kesempatan ini diampu oleh Putra KH. Nur Hadi (Mbah Bolong) Yaitu Agus Khoirun Nasichin.

Ujian ini diikuti oleh 50 peserta didik kelas XII, yang terdiri dari 31 siswi (putri) dan 19 siswa (putra). Menariknya, meskipun para siswa disiapkan untuk menjadi tenaga terampil di bidang kejuruan seperti Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) maupun Broadcasting dan Perfilman, mereka membuktikan bahwa kemampuan public speaking di ranah dakwah keagamaan tetap menjadi salah satu keunggulan utama mereka.

Ragam Tema Dakwah yang Relevan dan Kontekstual

Daam pelaksanaannya, setiap peserta didik diwajibkan untuk menyusun dan membawakan materi ceramah dengan tema yang telah ditentukan. Tema-tema yang diangkat sangat beragam, menyentuh aspek akidah, akhlak, hingga isu-isu keseharian yang sangat relevan dengan dinamika kehidupan remaja saat ini.

Beberapa sorotan tema dari peserta didik putri antara lain:

Pendekatan Psikologis dan Kesabaran: Dewi Mazidatur Rahma mengangkat tema yang sangat dekat dengan psikologi remaja saat ini, yakni "Mengubah Insecure Menjadi Bersyukur", sementara Rani Dwi Siska membahas "Keutamaan Bersabar".

Pembangunan Karakter dan Adab: Nuryah Kanza Zaahiroh menyampaikan materi komprehensif tentang "Menormalisasikan Bertingkah Laku Sehari-Hari Berpondasikan Akhlak Rasulullah SAW", dan Siti Rizqya Rohmatus Salimah mengingatkan pentingnya etika lewat tema "Yang Utama Itu Tata Krama, Bergaya Itu Belakangan".

Sosial dan Masa Depan: Laila Anju Muzuhriyah membawakan tema "Satukan Hati Bangunkan Sinergi", sedangkan Izzatun Nafsi menyoroti "Peran Pemuda dalam Membangun Agama dan Bangsa".

Sementara itu, peserta didik putra juga menghadirkan materi yang tak kalah mendalam, di antaranya:

Fondasi Spiritual: Ahmad Mudzaki Akbar membahas pentingnya "Istiqomah", Moh Fahril Ziadatul Khoir mengingatkan tentang "Taubat", dan Mohamad Sulthon Bahrudin mengangkat refleksi "Ingat Mati".

Keseimbangan Hidup: Fuadul Kholisin membawakan tema yang sangat holistik mengenai "Pentingnya Menjaga Kesehatan Jasmani dan Rohani Sebagai Orang Muhsin".

Nilai Pendidikan dan Etika: Reyza Anggik Maulana menyampaikan bahwa "Ilmu Menumbuhkan Rasa Iman dan Taqwa", selaras dengan M Firman Maulana yang mengingatkan kewajiban "Berbakti Pada Orang Tua".

Melalui program evaluasi seperti Ujian Mubalig-Mubaligoh ini, SMK Islam Mbah Bolong berharap dapat terus membekali para siswanya dengan kecerdasan emosional dan spiritual yang seimbang. Kemampuan berbicara di depan umum dengan membawa pesan kebaikan ini diharapkan menjadi modal berharga bagi mereka saat terjun langsung ke masyarakat, dunia industri, maupun saat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Berbagi

Postingan Terkait

Posting Komentar

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?